Food Insight

Cara Membuat Adonan Pizza Rumahan yang Lezat PraktisĀ 

cara membuat adonan pizza

Pizza menjadi salah satu makanan yang mudah diterima berbagai kalangan. Perpaduan adonan lembut, saus gurih, keju meleleh, dan topping beragam membuat pizza cocok dinikmati kapan saja. Variasi pizza yang semakin kreatif juga memungkinkan hidangan ini disesuaikan dengan berbagai selera.

Membuat pizza sendiri di rumah sebenarnya tidak sulit. Kunci utamanya terletak pada adonan karena menentukan tekstur dasar setelah dipanggang. Dengan bahan sederhana dan teknik tepat, kamu dapat mencoba cara membuat adonan pizza sekaligus menghasilkan pizza mozarella lumer tanpa peralatan khusus restoran.

Selain bebas memilih topping, membuat pizza sendiri juga memberikan keleluasaan menentukan ketebalan dan tingkat kematangan. Bagi pencinta cita rasa berbeda, Korean style pizza dapat menjadi inspirasi menarik untuk memadukan karakter pizza dengan sentuhan rasa Korea.

Baca Juga: “Topping Pizza Unik dengan Cita Rasa Korea di GYOPO

Mengenal Karakter Adonan Pizza

Adonan pizza pada dasarnya dibuat dari beberapa bahan utama, yaitu tepung, air, ragi, gula, garam, dan minyak. Setiap bahan mempunyai fungsi yang berbeda sehingga perbandingannya perlu diperhatikan. Tepung menjadi struktur utama, sedangkan ragi membantu menghasilkan tekstur yang lebih ringan setelah adonan mengembang.

Dalam cara membuat adonan pizza, air sebaiknya ditambahkan secara bertahap agar tekstur adonan dapat dikontrol. Jumlah air yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung jenis tepung yang digunakan. Adonan yang baik biasanya terasa elastis dan dapat dibentuk tanpa terlalu mudah robek.

Minyak juga membantu memberikan tekstur yang lebih lembut sekaligus membuat adonan tidak terlalu kering. Sementara itu, garam berperan memberikan rasa dan membantu mengatur karakter adonan.

cara membuat adonan pizza
cara membuat adonan pizza

Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum mulai membuat pizza, siapkan seluruh bahan agar proses pengerjaan berjalan lebih teratur. Berdasarkan resep rumahan sederhana, bahan adonan yang dapat digunakan antara lain 150 gram tepung cakra, 75 gram tepung terigu, 170 mililiter air hangat, ½ sendok teh garam, 6 gram ragi instan, 30 mililiter minyak goreng, dan 1 sendok makan gula pasir.

Untuk topping, siapkan sosis, jagung manis, smoked beef, paprika, bawang bombai, margarin, garam, dan lada. Sementara itu, bahan saus dapat terdiri dari saus bolognese, saus tomat, dan saus sambal.

Memahami fungsi setiap bahan akan membantu ketika melakukan cara membuat adonan pizza. Misalnya, air hangat digunakan untuk membantu mengaktifkan ragi, tetapi air yang terlalu panas justru dapat mengganggu aktivitas ragi.

Memilih Tepung untuk Pizza

Tepung merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan hasil akhir pizza. Tepung dengan kandungan protein lebih tinggi umumnya mampu menghasilkan adonan yang elastis karena pembentukan gluten berlangsung lebih baik.

Untuk membuat pizza rumahan, kombinasi tepung protein tinggi dan tepung terigu biasa juga dapat digunakan. Hasil akhirnya bisa disesuaikan dengan tekstur yang ingin diperoleh, apakah lebih kenyal, lembut, atau memiliki bagian pinggir yang sedikit renyah.

Dalam praktik cara membuat adonan pizza, tepung sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan tidak lembap. Tepung yang menggumpal atau terkena kelembapan dapat memengaruhi konsistensi adonan.

Mengaktifkan Ragi dengan Tepat

Ragi menjadi bahan penting karena membantu adonan mengembang. Salah satu cara sederhana untuk memeriksa kondisi ragi adalah mencampurkannya dengan air hangat dan sedikit gula. Setelah beberapa menit, campuran dapat menunjukkan tanda berupa busa atau gelembung.

Tahap ini membantu memastikan ragi masih aktif sebelum dicampurkan dengan tepung. Jika tidak ada reaksi sama sekali setelah waktu yang cukup, ragi mungkin sudah tidak bekerja secara optimal.

Pada cara membuat adonan pizza, penggunaan air juga perlu diperhatikan. Air cukup hangat untuk membantu ragi bekerja, bukan air panas. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat ragi kehilangan aktivitasnya sehingga adonan sulit mengembang.

Mencampurkan Bahan Adonan

Setelah bahan tersedia, masukkan tepung dan garam ke dalam wadah berukuran cukup besar. Di wadah lain, campurkan air hangat dengan ragi dan gula. Tunggu hingga ragi menunjukkan reaksi, kemudian masukkan minyak.

Tuangkan campuran cair secara bertahap ke dalam tepung sambil mengaduknya. Jangan langsung menuangkan seluruh cairan apabila belum mengetahui daya serap tepung yang digunakan.

Teknik ini menjadi bagian penting dari cara membuat adonan pizza karena jumlah cairan akan menentukan konsistensi akhir. Adonan sebaiknya tidak terlalu kering, tetapi juga tidak sampai terlalu cair sehingga sulit dibentuk.

Menguleni Adonan hingga Elastis

Setelah semua bahan tercampur, proses berikutnya adalah menguleni adonan. Pengulenan bertujuan membantu pembentukan gluten sehingga adonan menjadi lebih elastis dan memiliki struktur yang cukup kuat.

Pada tahap cara membuat adonan pizza, adonan dapat diuleni menggunakan tangan pada permukaan yang telah ditaburi sedikit tepung. Tekan adonan menggunakan telapak tangan, lipat, kemudian putar dan ulangi proses tersebut.

Jika adonan terlalu lengket, hindari menambahkan tepung dalam jumlah besar sekaligus. Tambahkan sedikit demi sedikit agar adonan tidak berubah menjadi terlalu padat.

Adonan yang telah cukup diuleni biasanya terasa lebih halus dan elastis. Ketika ditarik secara perlahan, adonan mampu meregang tanpa langsung robek.

Menentukan Tekstur Adonan

Tekstur adonan menjadi indikator penting sebelum memasuki proses fermentasi. Adonan yang terlalu kering biasanya sulit diregangkan, sedangkan adonan yang terlalu basah akan terasa sangat lengket dan sulit dibentuk.

Dalam cara membuat adonan pizza, tekstur ideal dapat dicapai dengan menyesuaikan jumlah cairan dan waktu pengulenan. Kondisi ruangan juga dapat memengaruhi hasil karena kelembapan udara berbeda-beda.

Tidak perlu mengejar tekstur yang benar-benar sempurna sejak awal. Dengan beberapa kali percobaan, karakter tepung yang digunakan akan lebih mudah dipahami sehingga takaran dapat disesuaikan pada pembuatan berikutnya.

Proses Fermentasi Adonan

Setelah selesai diuleni, bulatkan adonan dan letakkan dalam wadah yang telah diberi sedikit minyak. Tutup menggunakan kain bersih atau plastic wrap agar permukaan adonan tidak mengering.

Diamkan adonan selama sekitar 45 menit hingga satu jam, tergantung kondisi ruangan. Adonan biasanya akan mengalami peningkatan volume selama proses tersebut.

Fermentasi merupakan salah satu tahap yang tidak boleh dilewatkan dalam cara membuat adonan pizza. Waktu fermentasi memungkinkan ragi menghasilkan gas yang membuat struktur adonan menjadi lebih ringan.

Hindari membuka penutup terlalu sering karena perubahan kondisi dapat membuat proses fermentasi terganggu.

Cara Mengetahui Adonan Sudah Mengembang

Ukuran bukan satu-satunya indikator keberhasilan fermentasi. Tekstur juga perlu diperhatikan. Adonan yang telah mengembang biasanya terasa lebih ringan dan memiliki struktur yang lebih berisi.

Untuk mengeceknya, tekan permukaan adonan dengan lembut menggunakan ujung jari. Jika bekas tekanan perlahan kembali dan adonan terasa lebih lentur, proses fermentasi dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Dalam cara membuat adonan pizza, lama fermentasi tidak selalu sama. Suhu ruangan yang lebih hangat dapat membuat proses berlangsung lebih cepat, sedangkan lingkungan yang lebih dingin membutuhkan waktu lebih panjang.

Membentuk Dasar Pizza

Setelah fermentasi selesai, keluarkan adonan dari wadah secara perlahan. Jangan menekannya terlalu keras karena udara yang terbentuk selama fermentasi membantu memberikan tekstur ringan.

Pindahkan adonan ke loyang atau permukaan kerja. Ratakan secara perlahan menggunakan tangan hingga mencapai ukuran yang diinginkan.

Untuk cara membuat adonan pizza dengan bagian pinggir lebih tebal, sisakan sedikit bagian tepi tanpa ditekan terlalu kuat. Sementara itu, jika menginginkan pizza yang lebih tipis, adonan dapat diratakan lebih lebar.

Gunakan sedikit tepung pada tangan atau permukaan kerja apabila adonan terasa lengket.

Menusuk Permukaan Adonan

Setelah bentuk pizza terbentuk, gunakan garpu untuk membuat beberapa lubang kecil pada permukaan adonan. Langkah sederhana ini membantu mengurangi terbentuknya gelembung udara berukuran besar ketika pizza dipanggang.

Pada cara membuat adonan pizza, tahap ini juga membuat permukaan lebih mudah diberi saus dan topping secara merata. Namun, jangan menusuk bagian pinggir apabila ingin mempertahankan tekstur crust yang lebih mengembang.

Jumlah lubang tidak perlu terlalu banyak. Cukup buat secara merata pada area tengah yang nantinya akan diberi saus.

Membuat Saus Pizza

Saus memberikan karakter rasa sekaligus menjaga permukaan pizza tetap terasa lembap. Untuk versi praktis, saus bolognese dapat dicampurkan dengan saus tomat dan sedikit saus sambal.

Komposisi dapat disesuaikan dengan selera. Jika menyukai rasa lebih pedas, jumlah saus sambal dapat ditambahkan. Untuk rasa yang lebih ringan, gunakan lebih banyak saus tomat.

Walaupun bukan bagian langsung dari cara membuat adonan pizza, saus perlu disiapkan sebelum topping agar seluruh komponen dapat dirakit tanpa jeda terlalu lama.

Menyiapkan Topping

Topping merupakan bagian yang memungkinkan pizza dibuat dengan berbagai kombinasi rasa. Sosis, smoked beef, jagung, paprika, dan bawang bombai merupakan contoh bahan yang mudah ditemukan.

Sebelum digunakan, bahan topping dapat ditumis menggunakan sedikit margarin. Tambahkan garam dan lada secukupnya untuk memperkuat rasa.

Dalam proses cara membuat adonan pizza hingga menjadi pizza siap santap, topping sebaiknya tidak terlalu basah. Kandungan air berlebih dapat membuat permukaan pizza menjadi lembek setelah dipanggang.

Menambahkan Keju

Keju mozzarella menjadi salah satu pilihan populer untuk memberikan tekstur meleleh pada pizza. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan selera.

Parmesan dan parsley kering juga dapat digunakan sebagai pelengkap. Parmesan memberikan rasa gurih yang lebih kuat, sedangkan parsley memberikan aroma herbal ringan.

Setelah memahami cara membuat adonan pizza, tahap penambahan keju menjadi kesempatan untuk menyesuaikan karakter pizza dengan preferensi masing-masing. Tidak semua pizza harus menggunakan komposisi keju yang sama.

Menyusun Pizza Sebelum Dipanggang

Setelah adonan terbentuk, oleskan saus secara merata. Sisakan sedikit bagian tepi agar crust dapat terlihat setelah matang. Tambahkan topping yang sudah dipersiapkan, lalu taburkan mozzarella di bagian atas. Pastikan topping tidak menumpuk terlalu tinggi karena dapat membuat bagian tengah membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Susunan bahan yang proporsional menjadi bagian penting dalam cara membuat adonan pizza hingga menghasilkan pizza dengan tekstur seimbang. Dasar pizza harus tetap mendapatkan panas yang cukup untuk matang dengan baik.

Memanggang Pizza di Oven

Panaskan oven terlebih dahulu sebelum pizza dimasukkan. Untuk resep rumahan ini, suhu sekitar 180°C dapat digunakan dengan waktu pemanggangan kurang lebih 30 menit.

Namun, kondisi setiap oven dapat berbeda. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada waktu. Perhatikan warna crust, kondisi keju, dan tingkat kematangan bagian bawah. Pada cara membuat adonan pizza, proses pemanggangan menjadi tahap akhir yang menentukan tekstur keseluruhan. Pizza yang matang dengan baik biasanya memiliki bagian dasar yang kokoh, sementara bagian dalam tetap cukup lembut.

Cara Membuat Pizza Tanpa Oven

Tidak memiliki oven bukan berarti harus berhenti mencoba membuat pizza. Teflon dapat menjadi alternatif untuk memasak pizza dalam jumlah kecil. Adonan dapat diratakan sesuai ukuran teflon, kemudian dimasak menggunakan api kecil agar bagian bawah tidak cepat gosong. Setelah dasar mulai matang, saus dan topping dapat ditambahkan.

Dalam alternatif cara membuat adonan pizza, penggunaan api kecil sangat penting agar panas dapat menyebar secara perlahan. Teflon kemudian dapat ditutup agar panas membantu proses pematangan bagian atas. Metode ini cocok untuk kebutuhan sederhana di rumah ketika tidak tersedia oven.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan dapat membuat hasil pizza kurang sesuai harapan. Salah satunya adalah menggunakan air terlalu panas ketika mengaktifkan ragi. Kesalahan lainnya adalah menambahkan terlalu banyak tepung saat adonan terasa lengket.

Fermentasi yang terlalu singkat juga dapat menghasilkan adonan yang kurang ringan. Sebaliknya, fermentasi berlebihan dapat memengaruhi struktur dan aroma adonan. Karena itu, cara membuat adonan pizza sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi adonan, bukan hanya mengikuti angka waktu secara kaku. Pengamatan langsung akan membantu menghasilkan tekstur yang lebih konsisten.

Tips Membuat Pizza Lebih Konsisten

Jika sering membuat pizza di rumah, catat takaran bahan dan kondisi saat proses berlangsung. Catatan sederhana dapat membantu mengetahui kombinasi bahan yang menghasilkan tekstur sesuai selera. Gunakan timbangan dapur untuk mengukur tepung dan bahan cair. Pengukuran yang lebih presisi membuat hasil lebih mudah diulang. Selain itu, berikan waktu yang cukup untuk fermentasi dan jangan terburu-buru saat membentuk adonan. Dalam cara membuat adonan pizza, konsistensi proses biasanya lebih penting daripada menggunakan terlalu banyak bahan tambahan.

Menyesuaikan Ketebalan Pizza

Ketebalan crust dapat disesuaikan berdasarkan jenis pizza yang ingin dibuat. Adonan yang diratakan tipis cenderung menghasilkan dasar yang lebih renyah, sedangkan adonan yang lebih tebal memberikan tekstur yang lebih lembut dan mengenyangkan.

Jika ingin bagian pinggir lebih menonjol, bagian tepi tidak perlu ditekan ketika adonan diratakan. Teknik ini memungkinkan area tersebut mengembang lebih baik selama pemanggangan. Dalam cara membuat adonan pizza, ukuran akhir adonan juga perlu disesuaikan dengan loyang agar ketebalannya tetap merata dari bagian tengah hingga tepi.

cara membuat adonan pizza
cara membuat adonan pizza

Menyimpan Adonan Pizza

Adonan yang belum digunakan dapat disimpan apabila ingin membuat pizza pada waktu berbeda. Setelah proses pengulenan selesai, adonan dapat ditempatkan dalam wadah tertutup.

Penyimpanan dalam lemari pendingin dapat memperlambat aktivitas ragi. Sebelum digunakan kembali, adonan sebaiknya dikeluarkan dan dibiarkan mencapai kondisi yang lebih mudah dibentuk. Dengan memahami cara membuat adonan pizza, proses persiapan juga dapat dilakukan lebih fleksibel. Adonan tidak selalu harus langsung dipanggang setelah dibuat, selama penyimpanannya dilakukan dengan tepat.

Ide Topping untuk Pizza Rumahan

Setelah menguasai dasar pembuatan adonan, pilihan topping dapat dikembangkan lebih luas. Ayam, jamur, paprika, jagung, sosis, smoked beef, bawang bombai, dan berbagai jenis keju dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan.

Untuk mendapatkan pengalaman berbeda, topping juga dapat mengambil inspirasi dari makanan yang familiar di Indonesia maupun hidangan internasional. Eksplorasi tersebut membuat cara membuat adonan pizza tidak berhenti pada satu resep. Adonan yang sama dapat menjadi dasar untuk berbagai kreasi rasa sehingga cocok bagi keluarga dengan selera berbeda.

Pizza sebagai Menu untuk Sharing

Pizza memiliki bentuk yang mendukung konsep makan bersama. Satu loyang dapat dipotong menjadi beberapa bagian sehingga setiap orang dapat mengambil potongan sesuai keinginan.

Konsep ini membuat pizza cocok disajikan ketika berkumpul bersama teman atau keluarga. Pilihan topping yang beragam juga memungkinkan setiap orang menemukan rasa yang sesuai. Bagi pemula yang baru mencoba cara membuat adonan pizza, konsep sharing juga memberikan kesempatan untuk mencoba beberapa kombinasi topping sekaligus tanpa harus membuat banyak jenis makanan.

Pizza untuk Berbagai Acara

Selain untuk konsumsi pribadi, pizza dapat digunakan sebagai pilihan makanan untuk berbagai kesempatan. Menu ini dapat hadir dalam acara keluarga, pertemuan santai, pesta ulang tahun, gathering, hingga kegiatan bersama teman.

Kepraktisan penyajian menjadi salah satu alasan pizza mudah disesuaikan dengan berbagai suasana. Potongan pizza juga dapat disajikan tanpa membutuhkan peralatan makan yang rumit. Setelah memahami cara membuat adonan pizza, konsep penyajian dapat dikembangkan sesuai kebutuhan acara, termasuk menentukan ukuran loyang dan jumlah topping.

Mengenal Konsep Pizza Korea

Pizza juga mengalami berbagai perkembangan melalui perpaduan budaya kuliner. Salah satunya adalah konsep pizza dengan inspirasi rasa Korea.

Pizza Korea dapat menggabungkan karakter dasar pizza dengan bahan atau cita rasa yang lebih familiar dalam kuliner Korea. Bulgogi, saus dengan rasa khas Korea, kimchi, hingga perpaduan rasa gurih dan sedikit pedas dapat menjadi inspirasi. Bagi pencinta eksperimen kuliner, konsep ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pizza dengan topping klasik. Setelah menguasai cara membuat adonan pizza, eksplorasi cita rasa menjadi tahap berikutnya yang menarik.

Perpaduan Pizza dengan Cita Rasa Korea

Perpaduan antara pizza dan cita rasa Korea dapat menghadirkan karakter yang unik. Keju yang creamy dapat dipadukan dengan topping bercita rasa gurih, manis, pedas, atau sedikit asam.

Bulgogi, misalnya, dapat menjadi inspirasi topping karena memiliki karakter rasa yang kuat. Sementara itu, kimchi dapat memberikan sensasi asam dan pedas yang berbeda. Konsep tersebut menunjukkan bahwa cara membuat adonan pizza hanyalah fondasi. Karakter akhir makanan juga dipengaruhi oleh saus, topping, teknik pemanggangan, dan cara setiap bahan dikombinasikan.

Mengenal Gyopo Pizza

Bagi yang ingin menikmati pizza dengan pendekatan berbeda, Gyopo Pizza menghadirkan konsep pizza yang memadukan gaya pizza dengan cita rasa Korea. Konsep tersebut terinspirasi dari identitas GYOPO, yaitu orang Korea yang tinggal di Indonesia.

Pendekatan ini memungkinkan rasa Korea bertemu dengan karakter pizza yang sudah dikenal luas. Perpaduan tersebut dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mencoba menu pizza dengan karakter rasa yang tidak monoton. Setelah mencoba cara membuat adonan pizza sendiri di rumah, menikmati kreasi pizza dengan konsep berbeda dapat menjadi cara lain untuk mengeksplorasi dunia pizza.

Pilihan Menu dengan Inspirasi Korea

Karakter menu Gyopo Pizza dapat ditemukan melalui pilihan seperti Bulgogi Pizza, Rose Pizza, Carbonara Pizza, dan Kimchi Pizza. Setiap menu menawarkan pendekatan rasa yang berbeda sehingga pengalaman menikmati pizza tidak terbatas pada topping klasik.

Bulgogi menghadirkan inspirasi rasa daging khas Korea, sementara Kimchi Pizza menawarkan karakter yang lebih berani. Rose dan Carbonara memberikan pendekatan creamy yang dapat menjadi alternatif bagi pencinta rasa gurih. Bagi yang sudah memahami cara membuat adonan pizza, variasi seperti ini juga dapat menjadi inspirasi ketika ingin mengembangkan kreasi pizza sendiri.

cara membuat adonan pizza
cara membuat adonan pizza

Pizza untuk Nongkrong Bersama Teman

Pizza menjadi pilihan yang praktis ketika makanan ingin dinikmati sambil berbincang. Satu porsi dapat dibagikan sehingga setiap orang bisa mencicipi rasa yang tersedia.

Konsep tersebut juga sesuai dengan gaya makan santai yang tidak terlalu formal. Pizza dapat ditemani minuman dan makanan pendamping sehingga pengalaman makan menjadi lebih lengkap. Jika biasanya cara membuat adonan pizza dilakukan untuk konsumsi keluarga di rumah, konsep sharing dapat menjadi inspirasi untuk menyajikan pizza dalam suasana yang lebih sosial.

Pizza untuk Movie Night

Menonton film bersama teman atau keluarga sering kali membutuhkan makanan yang mudah disantap. Pizza dapat menjadi pilihan karena dapat dipotong menjadi beberapa bagian dan dinikmati secara bertahap. Variasi topping juga membuat menu ini mudah disesuaikan dengan selera kelompok. Beberapa jenis pizza dapat dipilih agar setiap orang memiliki pilihan rasa. Setelah mempelajari cara membuat adonan pizza, konsep movie night juga dapat menjadi kesempatan untuk membuat pizza sendiri dan menentukan topping berdasarkan film atau tema acara.

Memilih Pizza Sesuai Kebutuhan

Ketika ingin membeli pizza, pertimbangkan jumlah orang, jenis acara, dan variasi rasa yang diinginkan. Untuk konsumsi bersama, beberapa rasa dapat dipilih agar tidak monoton.

Sementara itu, untuk makan santai berdua, satu pilihan rasa yang sesuai selera dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Pengetahuan mengenai cara membuat adonan pizza juga membantu memahami perbedaan karakter pizza berdasarkan ketebalan dasar, topping, saus, dan metode memasaknya.

Dari Dapur Rumah ke Eksplorasi Kuliner

Membuat pizza sendiri dapat menjadi aktivitas menyenangkan karena prosesnya memberikan ruang untuk bereksperimen. Mulai dari adonan, saus, topping, hingga teknik pemanggangan dapat disesuaikan.

Bagi pemula, sebaiknya mulai dengan resep sederhana sebelum mencoba variasi yang lebih kompleks. Setelah memahami karakter bahan, penyesuaian resep akan terasa lebih mudah. Pada akhirnya, cara membuat adonan pizza bukan sekadar mengikuti langkah resep, tetapi juga memahami bagaimana setiap bahan bekerja dan bagaimana perubahan kecil dapat memengaruhi hasil akhir.

Cara Membuat Adonan Pizza Bersama Gyopo 

Kalau kamu sudah memahami cara membuat adonan pizza, kini saatnya mengeksplorasi rasa yang lebih berbeda. GYOPO menghadirkan fusion pizza yang memadukan keju meleleh ala Italia dengan cita rasa Korea autentik, mulai dari Bulgogi, Kimchi, hingga berbagai bahan berkualitas yang cocok untuk lidah Nusantara.

Terinspirasi dari kisah owner sebagai GYOPO atau orang asli Korea yang menetap di Indonesia, setiap menu menghadirkan cerita dari Seoul untuk Surabaya. Seluruh menu GYOPO juga halal, tanpa pork dan lard, sehingga kamu bisa menikmati perpaduan rasa Korea dan pizza dengan lebih nyaman. Bagi yang ingin mencoba kreasi berbeda setelah mempelajari cara membuat adonan pizza, GYOPO siap menjadi pilihan untuk pengalaman kuliner yang lebih menarik.

Yuk, rasakan sendiri perpaduan keju lumer dan topping khas Korea dalam setiap gigitan GYOPO! Temukan pilihan menu dan informasi terbaru melalui Instagram Gyopo Pizza dan Website Gyopo Pizza, lalu ajak teman atau keluarga untuk menikmati fusion pizza bersama.